Studi Kelayakan (Feasibility Study)
Studi Kelayakan (Feasibility study) adalah
suatu studi atau pengkajian apakah suatu usulan proyek/gagasan usaha apabila
dilaksanakan dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan tujuannya atau tidak.
Objek atau subjek materi studi kelayakan adalah usulan proyek/gagasan
usaha. Usulan proyek/gagasan usaha tersebut dikaji, diteliti, dan diselidiki
dari berbagai aspek tertentu apakah memenuhi persyaratan untuk dapat berkembang
atau tidak. Dalam studi kelayakan yang distudi (diteliti) misalnya aspek
pemasaran, aspek tehnik, aspek proses termasuk input, output dan pemasaran,
aspek komersial, aspek yuridis, aspek sosial budaya, aspek paedagogis dan aspek
ekonomi. Sutrisno (1982;75)
A. Tahapan Studi Kelayakan
Tujuan setiap studi kelayakan adalah mengadakan penilaian terhadap suatu
gagasan usaha/proyek. Penilaian tersebut kemudian dianalisan dan dievaluasi
atau dibandingkan dengan yang baik atau dengan yang ideal termasuk dibandingkan
dengan tujuan yang hendak dicapai, persyaratan yang baik serta standar
yang seharusnya.
1.
Tahap Persiapan
Tahap ini adalah tahap untuk menentukan
apakah studi kelayakan untuk suatu atau beberapa usulan proyek perlu diadakan
atau tidak. Pada tahap ini merupakan bahagian dari desain penelitian (Research
Design) yang meliputi seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan studi
penelitian.
2.
Tahap Penelitian
Tahap penelitian adalah tahap bekerja
dilapangan untuk pengumpulan data baik kuantitatif maupun kualitatif.
3.
Tahap Tabulasi dan Penyusunan Data
Tahap ini sesungguhnya tidak memerlukan
tersendiri melainkan dapat dilakukan segera setelah penelitian dimulai. Sesudah
mendapatkan data, data dikukmpulkan dan dikelompokan menjadi dua yaitu data
primer dan data skunder. Data-data yang telah terkumpul kemudian ditabulasi
atau disusun berdasarkan sistematika atau tujuan penelitian.
4.
Tahap Pengolahan Data dan Penyusunan
Laporan
Sesudah semua data terkumpul dan
ditabulasi, data-data tersebut diolah dan dianalisa kemudian disusun kedalam sebuah
laporan. Berhasilnya suatu penelitian dan juga studi kelayakan terutama
ditentukan pada kualitas laporan yang dibuat.
5.
Tahap Evaluasi Proyek/Gagasan usaha
Tahap ini adalah membandingkan data-data
yang telah terkumpul dengan persyaratan-persyaratan bagi berdiri dan
berkembangnya proyek/gagasan usaha yang diusulkan. Evaluasi ini merupakan
tehnis penghitungan untuk membandingkan data yang terkumpul dengan criteria
yang digunakan.
B. Sistematika Studi Kelayakan
menyusun sebuah studi kelayakan harus meliputi sekurang-kurangnya
aspek-aspek sebagai berikut :
1.
Aspek pasar dan pemasaran
2.
Aspek tehnis dan tekhnologis
3.
Aspek organisasi dan manajemen
4.
Aspek ekonomi dan keuangan
Keempat aspek penelitian studi kelayakan
diatas mempunyai bobot yang sama. Kesimpulan dan kelayakan proyek/gagasan usaha
yang direncanakan harus didasarkan pada integrasi hasil temuan semua aspek.
Kalau penelitian aspek pemasaran ditempatkan pada urutan pertama pada kegiatan
studi kelayakan, hal itu disebabkan karena tanpa kepastian jumlah permintaan
dipasar yang cukup guna menyerap barang atau jasa yang akan dihasilkan
proyek/gagasan usaha tidak ada gunanya meneliti kelayakan investasi lebih
lanjut. Oleh karena itu, penelitian aspek demi aspek tersebut diatas akan
diuraikan secara rinci dan mendalam.
Informasi pembuatan Study Kelayakan Bisnis
(Feasibility Study) hubungi kami di:
Perum UNS V, Jl Perkutut No. B.5 RT 001 /
RW 023 Palur, Ngringo, Jaten,
Karanganyar, Jawa Tengah – Indonesia
Sri Hariyo, S.Pd
Relationship Officer / Assistant
Consultant
Kantor :
0271 – 8205106
HP :
0857-4871-7764


Comments
Post a Comment